Mengenal Tes Kepribadian MBTI dan Cara Pengelompokkan Kepribadiannya 

  • Whatsapp
Mengenal-Tes-Kepribadian-MBTI-dan-Cara-Pengelompokkan-Kepribadiannya 
Foto dari Canva.com Photos Unlimited

Hampir setiap orang ingin mengetahui bagaimana kepribadiannya yang sesungguhnya. Makanya, tak mengherankan jika banyak yang tertarik untuk mengikuti tes kepribadian, salah satunya yang paling populer saat ini adalah tes kepribadian MBTI. Lalu, bagaimanakah cara kerja tes kepribadian MBTI ini sendiri?

Mengukur Preferensi Psikologis Seseorang dengan MBTI

MBTI merupakan tes psikologis yang dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada tahun 1940. Tes kepribadian ini sendiri dirancang untuk mengukur kecerdasan seorang individu, bakatnya, berikut kepribadiannya. Dengan didasarkan pada 4 kelompok kriteria kepribadian di bawah ini, didapatlah 16 tipe kepribadian dari tes MBTI ini.

1. Extraversion (E) dan Introversion (I)

Inisial E dan I dari kriteria Extraversion dan Introversion menjadi abjad awal bagi tipe kepribadian MBTI. Extraversion merujuk pada tipe kepribadian yang membutuhkan interaksi dengan orang lain agar bisa mendapatkan energi. Sedangkan, tipe kepribadian Introversion lebih memilih untuk sendiri, agar bisa mendapatkan energinya dalam menjalankan aktivitas.

2. Sensing (S) dan Intuition (N)

Kemudian, ada kelompok kepribadian Sensing (S) dan Intuition (N). Kriteria ini didasarkan pada cara seseorang mengumpulkan informasi dari lingkungannya. Orang dengan tipe kepribadian Sensing, akan mengumpulkan informasi dengan cara realistis dan fokus pada data yang ada di lapangan. Berbeda dengan yang Intuition, di mana mereka lebih suka berimajinasi dan berpikir abstrak.

3. Thinking (T) dan Feeling (F)

Kriteria kepribadian Thinking (T) dan Feeling (F) merujuk pada cara seseorang mengambil keputusan. Orang dengan kepribadian Thinking akan mengambil keputusan berdasarkan data dan fakta yang ada, sehingga hasilnya pun objektif. Berbeda dengan mereka yang mengandalkan Feeling, akan lebih mempertimbangkan perasaannya saat mengambil keputusan.

4. Judging (J) dan Perceiving (P)

Kelompok kriteria kepribadian terakhir adalah Judging (J) dan Perceiving (P). Dua kriteria ini merujuk pada cara seseorang berinteraksi dengan dunia atau lingkungan sekitarnya. Orang dengan tipe Judging cenderung memiliki kepribadian yang kuat dan cara berpikirnya lebih terstruktur. Sedangkan, mereka yang tipe Perceiving, cenderung lebih fleksibel, terbuka, dan juga mudah beradaptasi.

Berdasarkan 4 kriteria pengelompokkan di ataslah, seseorang bisa mengetahui kepribadiannya lewat tes kepribadian MBTI. Tes kepribadian ini sendiri sering menjadi tolak ukur bagi sebuah perusahaan untuk menerima karyawannya. Bagi Anda yang penasaran bagaimana sebenarnya kepribadian Anda, bisa langsung coba untuk melakukan tesnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *